Waralaba game Spider-Man telah melahirkan babak baru untuk Sony dan PlayStation. Di game pertamanya, Insomniac membuktikan jika game anyar Spider-Man mampu menawarkan gameplay yang sangat berkesan dengan nuansa dunia terbuka serta balutan misi yang sangat berkesan.

Kini, mereka kembali dengan merilis Spider-Man: Miles Morales yang direncanakan jadi game pembuka di konsol anyar, PS5. Meski begitu, game ini juga bisa dimainkan lebih dulu di konsol PS4 dan siapapun yang membelinya bisa memainkan game tersebut secara gratis di PS5 jika ingin upgrade.

Kami mendapat kesempatan langsung untuk menjajal game ini sebelum peluncurannya (12/11). Meski dijalankan di konsol PS4, game ini mampu membawa petualangan baru serta tampil menarik dengan gayanya sendiri. Penasaran apa saja yang bakal kalian hadapi di Spider-Man: Miles Morales

New York yang Sama dengan Nuansa Berbeda

Kini, kita akan kembali melakukan petualangan di kota New York setelah pengenalannya di game pertama Spider-Man. Uniknya, kita akan memainkan latar waktu natal yang sangat meriah dan senada dengan waktu perilisan game ini menuju akhir tahun. Sekilas, kita pun akan dibuat hanyut dengan cerita Miles Morales yang tengah bercengkrama dengan anggota keluarganya.

Kini, Miles dihadapkan dengan dilema, yakni kawan dan keluarga terdekatnya yang terlibat aktivitas berbahaya. Bahkan, sang ibu tengah mencalonkan diri jadi walikota. Sementara itu, Peter mulai mempercayakan Miles dengan tanggung jawab yang besar dan membiarkan sang Spider-Man dari Harlem menjaga New York seutuhnya.

Ada beberapa hal signifikan yang terasa dalam sekuel ini. Miles membuat aplikasi khusus seperti sosial media untuk mengendalikan aktivitas kota. Kalian bisa mengakses menu tersebut dengan mudah untuk mengakses Side Mission hingga aktivitas Challenge lain di sekitar New York.

Spider-Man Hitam yang Tampil Lebih Kuat

Berbeda dengan Spider-Man versi Peter Parker, Miles mewarisi kemampuan yang berbeda. Sebelumnya, Peter mengembangkan banyak gadget untuk membantunya dalam bertarung. Ada sembilan gadget yang bisa pemain pakai di game pertamanya. Sementara itu, Miles hanya bisa menggunakan empat gadget saja, yakni penembak jaring, penarik gaya gravitasi, hollow-drone, serta jebakan listrik. 

Bisa dibilang, Miles menginisiasi gaya pertarungan yang lebih kentara. Pasalnya, di sini Miles juga diceritakan bsia membangkitkan kekuatan baru dari kekuatan Spider-Man miliknya. Di sini, Miles diceritakan digigit oleh laba-laba genetik jenis baru yang memungkinkannya membangkitkan bio-elektrik. 

Peter sendiri sempat iri dengan kekuatan baru yang dimiliki Miles. Pasalnya, dia bisa menghancurkan banyak musuh dengan mudah berkat kekuatan listrik dari dalam tubuhnya yang bisa dipancarkan keluar. Ini juga termasuk dengan kekuatannya untuk bisa mengeluarkan blast dengan jangkauan jarak yang sangat luas.

Intrik Cerita dan Babak Baru

Beberapa tahun setelah kejadian di game pertama, Peter Parker telah melatih Miles Morales mengembangkan kekuatan Spider-Man miliknya. Di awal game, Peter menuturkan bahwa harus keluar dari New York untuk sementara waktu lantaran dirinya harus menemani Mary Jane liputan ke luar negeri.

Di sini, Miles mengambil alih New York untuk sementara waktu. Pada awalnya, banyak warga kota yang tidak biasa dengan penampilan Spider-Man berkostum hitam miliknya. Sampai akhirnya, Miles membuktikan kepada New York kalau dirinya juga layak disebut sebagai Spider-Man.

Kini, musuh utama yang dihadapi oleh Miles adalah megakorporasi baru bernama Roxxon yang mengambil oleh New York selepas Oscorp membuat kacau kota mereka dengan senjata genetik. Ternyata, Roxxon juga menyimpan suatu niat tersendiri untuk mengembangkan senjata dan membawa New York dalam pengawasan paramiliter dari perusahaan ini.

Ada dua tokoh kunci yang juga ikut meramaikan ekspansi ini, yakni Prowler serta figur misterius bernama Tinkerer. Di dalam game, Miles dihadapkann oleh berbagai pilihan sulit kala harus mengedepankan intuisinya sebagai Spider-Man atau sebagai Miles dengan hubungan keluarga dan pertemanannya.

Campaign Singkat Namun Berkesan

Jika dibandingkan dari game pertamanya, sayangnya Spider-Man: Miles Morales tidak bisa menyediakan skenario utama yang cukup panjang. Malah, rata-rata gameplay dari story utama game ini hanya memakan waktu 8 jam saja. Meski begitu, ada tujuh rangkaian Side Quest yang bisa pemain ikuti untuk membuka kostum baru Miles beserta kemampuan barunya.

Di sisi lain, beberapa penyesuaian baru membuat rilisan ini memang berbeda dari game pertamanya. Dulu, Peter harus mengoleksi foto bangunan di sekitar New York sementara Miles lebih tertarik mencari scoring untuk membantu pamannya membuat mixtape.

Ada juga beberapa rangkaian Challenge yang bisa pemain aktifkan dan formatnya masih sama, yakni Time Trial, Combat, serta stealth. Miles pun punya gaya bertarung yang berbeda, meski beberapa kombinasi serangan dan mekanik permainannya masih sama dengan versi orisinal.

Secara singkat, Miles Morales berhasil dikembangkan sangat baik oleh Insomniac untuk memberi corak perbedaan antara Spider-Man versi Peter Parker. Mereka berhasil berpegang kepada cerita dalam komik namun merangkainya dengan lebih orisinal untuk versi gamenya. Kini, kita dibuat penasaran seperti apa aksi kedua Spider-Man ini jika mereka dimainkan dalam satu rilisan game yang sama.

Bertualang di New York dengan nuansa baru terasa sangat berkesan dengan Spider-Man: Miles Morales. Selain lebih lincah dan akrobatik, game ini juga menawarkan beberapa pandangan unik dari semesta Spider-Man yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Game ini jadi harga mutlak bagi kalian yang sangat menyukai Sang Manusia Laba-laba. Setelah menyelesaikan gamenya, kalian pun akan dibuat bingung, jika Peter Parker dan Miles Morales dibandingkan, siapa kira-kira Spider-Man yang berkesan buat kalian?